HeLL-dA’s Words on Press

Posts Tagged ‘Curhat

Kalau Anda punya kesalahan dan orang tua Anda tidak tahu-menahu, apa yang akan Anda lakukan? Sulit pasti untuk memberitahukannya. Jika mereka tahu pasti mereka bakal marah besar, namun sebaliknya hati nurani Anda pasti terganggu (jika hati Anda merasa baik-baik saja, Anda patut memeriksanya!). Dalam situasi ini, saya lebih menyarankan Anda untuk memberitahukan kesalahan yang dilakukan itu pada orang tua dahulu [jika Anda tidak punya orang tua lagi, silahkan beri tahu pada orang yang peduli terhadap Anda].

Awalnya, mereka mungkin akan sangat kecewa dan mungkin diikuti dengan kemarahan. Akan tetapi, yakinlah mereka tidak akan selamanya seperti itu! Kebanyakan pada akhirnya akan mencari solusi yang baik dan menerima Anda lagi.* ๐Ÿ™‚ Kejujuran Anda pasti sangat bernilai di mata mereka.

Paparan dalam dua paragraf tadi, mungkin sangat berterima. Namun, bagaimana dengan cerita ini:

Baca entri selengkapnya »

Hampir dua bulan sudah saya nge-blog dengan rutin (hmm.. agak narsis nih! ๐Ÿ˜† ), beberapa yang saya dapat adalah seperti berikut:

Jangan lupa, ditambah 1 post lagi yakni postingan ini, akhirnya menjadi 73. Hmm.. Dalam waktu hampir 2 bulan… ๐Ÿ™‚ Postingan pertama saya juga tidak ada hello-hello-an, silahkan klik di sini

Baca entri selengkapnya »

Memang kurangkerjaan.co.cc neh si Odie ๐Ÿ˜† . Tetapi, kurang kerjaannya itu memberi saya PR jadi membuat saya harus menulis hari ini. (Sebenarnya sudah banyak ide yang numpuk tapi belom bisa direalisasikan :mrgreen: ).

Ini neh 10 kenyataan dan kebiasaan Helda yang diperintahkan untuk dinyatakan dalam konferensi pers postingan ini.

Odie berteriak dari jauh sana, “Jangan lupa kau forward ya perintahku ini ke 10 orang teman, musuh, atau siapalah!”

Let’s check the top ten Helda’s fact:

Baca entri selengkapnya »

Tag: , ,

September identik dengan yang namanya hujan dan akhir-akhir ini si petir sering kali menunjukkan kehebatannya itu, narsis ๐Ÿ˜† . Saya aja kalang-kabut (bener ngga’ ejaannya?). Wuih, pokoke kalo’ si petir udah berkelap-kelip dan si guntur memainkan beat-beat-nya (emangnya diskotek?! 8) ), saya pasti langsung menutup pintu tempat kerja saya. Takut, Bo’! Belum lagi, warnet saya di lantai dua dan pas banget di depan trafo dan itu berarti ada dua tiang listrik. Hihihiii… Habis petirnya cadas banget, Oi..! Ruanganku aja sampe’ asyik bergoyang! Jantung pun mau copot.. eh, copot, copot, copot, copot! ๐Ÿ˜ฏ

Saya parno’ banget sama petir! Kalo’ si petir dan si guntur sudah mulai “high” sehingga tak sadarkan diri lagi, muncrat sana muncrat sini, saya pasti kaga’ berani keluar rumah. Rasa parno’ ini juga dipengaruhi oleh berita-berita mengenai si petir yang senang menyetrum orang! :mrgreen:

Nggak mau, ah, kayak gini:

Baca entri selengkapnya »

Pikiran ini tiba-tiba melesat ke masa depan membayangkan bagaimana saya di masa mendatang nanti. Wajah berkeriput, mata sendu, rambut telah berubah menjadi putih, tak sanggup lagi untuk berjalan ke sana ke mari dan mungkin tidak dipedulikan lagi oleh sekitar.

Poin terakhir sungguh menyedihkan, bukan? Biarlah poin-poin awal mengerumuni tubuh ini namun jangan sampai pada poin terakhir. Wuih… Sudah tersiksa secara fisik, batin pun ikut-ikutan! Akan tetapi, itulah yang sering kali terjadi sekarang ini. Sepertinya kaum lansia tak ada di sekitar keluarga mereka! Kalau pun mereka masih dirasakan ada di dekat keluarganya, keluarganya hanya menganggap dia angin yang berhembus begitu saja. Tak dihiraukan.

Baca entri selengkapnya »

Sebelum dan selagi saya menulis ini, saya mendengarkan lagu-lagu berikut ini:

Josh Groban – You Raise Me Up

Josh Groban – She’s Out of My Life

Kanye West – Flashing Lights

Kanye West – I Wonder

Michael Buble – Lost

Rie Fu – Life is Like a Boat.

Langit di luar sana juga sudah mulai gelap, angin pun ikut menyelip-nyelip. Kulihat jam di sudut kanan bawah monitor menunjukkan pukul 18:06. Air mata ingin jatuh namun kelopak mata memaksanya tetap berada di dalam saja. Sekarang intro “She’s out of My Life”-nya Josh Groban sedang berdenting di telingaku. Tak kupedulikan apa arti lagu itu, yang penting intro-nya begitu menghanyutkanku ke dalam lumpur ketidakpastian ini.

Baca entri selengkapnya »

Ntah kenapa aku jadi teringat padamu lagi yang telah mencampakkan kami. Ah! Bukan! Kau memang tidak mencampakkan kami, tapi itulah intinya bagi aku, adik-adikku dan sebagian orang. Sedangkan sebagian yang lainnya lebih memilih untuk percaya pada kata-katamu dan keadaan yang tidak jelas yang tak sengaja terlihat oleh mereka..
Kau mengatakan pada sebagian orang itu bahwa kami yang ntah bagaimana dan tidak bisa diatur, padahal kau telah bertanggung jawab atas kami. “Tanggung jawab?” Adikku melemparkan pertanyaan itu dengan lantam ke mukamu kemudian melanjutkan, “Hanya memberi kami makan, itu yang kau sebut tanggung jawab?!” Itulah sepotong dari kalimat panjang yang tak mampu aku ulangi lagi. (Aku masih mampu mengulanginya di sini, tapi aku tak mampu teriakkan di hadapanmu seperti dia setelah kejadian itu- kejadian yang benar-benar membuat bukan hanya tetengga sebelahku saja yang tahu namun tetangga-tetangga).
Namun, walau begitu, tetap saja bukan ‘image’-mu yang buruk di hadapan si penengah itu, kaulah yang protagonis! Kau terdesak oleh keadaan dan kau pun sedang stres! Itu yang disuruhkan pada kami untuk dipahami..!

Pada sasat itu kucoba untuk memahamimu dan tidak menuntut apa-apa lagi, kubiarkan adikku menanggung deritanya, namun ternyata kau seakan melupakan segalanya. Kau biarkan adikku tidak bisa menikmati apa yang anak-anak lain nikmati yaitu sekolah.

Apa sebenarnya kau pikirkan? Apakah kau merasa dirimu sebagai tokoh protagonis? Kau bilang kau juga sedang stres, banyak yang harus kau pikirkan! Kau yang terjepit dalam hal ini, kau yang selalu didesak oleh kami! “Kalau begitu untuk apa kau menambah bebanmu lagi, dengan membawa wanita… Bukan! Tapi, gadis yang tidak perawan lagi, gadis yang ditinggalkan oleh suaminya ntah kemana!” Itu yang terucap dari bibirku. Namun kau malah berdalih karena kau butuh seseorang yang bisa jadi teman bertukar pikiran. “Teman bertukar pikiran? Bukannya teman tidurmu? Hahahaa….”, tawaku dalam hati.

Setelah selang beberapa waktu, mertuamu datang membawa anak-anak perempuan itu dan sekarang mereka tinggal bersama kita! Sekarang aku tak mampu menahan lagi, aku pun segera keluar dari rumah itu. Benar-benar marah jiwaku padamu, apalagi adik perempuanku. Dia mengamuk!

Sekarang aku sedang menekan tuts-tuts pada keyboard komputer ini, menuangkan semua yang ingin kutulis tentang hidupku ini, menjadi tokoh utama dan protagonis dalam cerita kehidupanku. Terlintas juga dalam benakku, betapa enaknya perempuan itu hidup, walau mungkin aku juga merasakan kalau dia juga begitu kasihan, ntah mengapa harus berjumpa denganmu hingga jantungnya juga harus ‘dag dig dug’ ketakutan waktu itu, dirinya merasa terhimpit, pada saat itu dia merasa kalau dialah tokoh protagonis! Begitu juga kau! Ya, kita semua merasa yang paling benar… Tetapi, pada waktu aku menulis ini, akulah tokoh protagonis yang sebenarnya, diikuti oleh adik-adikku. Kami memulai kehidupan yang baru sekarang, kehidupan tanpa ada dirimu di dalamnya. Namun, kau tidak akan tersingkir dari pikiran kami yang paling jauh di dasar sana. Aku dan adik-adikku akan terus mengingatmu sebagai seseorang yang tak perlu dibalas memang, tapi akan kami tunjukkan kalau kami sanggup menjadi orang yang jauh lebih baik kehidupannya daripada hidupmu! (Karena aku ingin bertemu mama di sana, semoga kau juga…)


Logo Lomba Blog Remaja Kisara 2008

Dokumen

Stat (Agt'08)

  • 58.607 pengamat

Add to Technorati Favorites web stats PageRank Bloggerian
 Top Hits My BlogCatalog BlogRank 100 Blog Indonesia Terbaik

Click-click

Yuk.Ngeblog.web.id Blog Kisara

Recent Readers

View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile

RSS Auto Car

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Blog Remaja

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Beasiswa Scholarships

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Curhat Online

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Grill Recipes

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Twitter Update