HeLL-dA’s Words on Press

Nggak Ngomong Salah, Ngomong Salah!

Posted on: Oktober 1, 2008

Kalau Anda punya kesalahan dan orang tua Anda tidak tahu-menahu, apa yang akan Anda lakukan? Sulit pasti untuk memberitahukannya. Jika mereka tahu pasti mereka bakal marah besar, namun sebaliknya hati nurani Anda pasti terganggu (jika hati Anda merasa baik-baik saja, Anda patut memeriksanya!). Dalam situasi ini, saya lebih menyarankan Anda untuk memberitahukan kesalahan yang dilakukan itu pada orang tua dahulu [jika Anda tidak punya orang tua lagi, silahkan beri tahu pada orang yang peduli terhadap Anda].

Awalnya, mereka mungkin akan sangat kecewa dan mungkin diikuti dengan kemarahan. Akan tetapi, yakinlah mereka tidak akan selamanya seperti itu! Kebanyakan pada akhirnya akan mencari solusi yang baik dan menerima Anda lagi.*🙂 Kejujuran Anda pasti sangat bernilai di mata mereka.

Paparan dalam dua paragraf tadi, mungkin sangat berterima. Namun, bagaimana dengan cerita ini:

Awalnya, si A sering sekali melakukan suatu hal ataupun memutuskan sesuatu tanpa menceritakannya pada orang tua dahulu. Terkadang, dia memberi tahu apa yang ingin dia lakukan kepada sanak saudaranya ataupun pada temannya-pokoknya selain orang tuanya. Mungkin dia beralasan pasti orang tuanya tak akan setuju. Hingga suatu hari, orang tuanya tidak suka dengan sikap si A ini. Orang tua menjelaskan bahwa mereka tidak suka anaknya bersikap seperti itu, mereka ingin supaya anaknya itu bercerita dulu pada mereka sebelum mengambil keputusan.

Si A pun mau menaati orang tuanya. Pada suatu saat, dia punya ide dan ingin merealisasikannya. Si A pun menceritakan kemauannya itu pada orang tuanya. Akan tetapi, sangat disayangkan, pada saat itu juga si orang tua langsung mengatakan-tidak! Orang tuanya langsung men-judge si A dengan berbagai ocehan.

Apa yang dapat Anda simpulkan dari cerita di atas?

Saya sendiri benar-benar kesal jika berada di posisi itu. Bukan karena orang tua tua tidak menyetujui hal yang diajukan itu akan tetapi lebih kepada penyampaiannya. Sering kali orang tua tidak mau menjelaskan secara perlahan mengapa mereka tidak setuju-mereka malah langsung nyerocos ini-itu, sehingga hasilnya adalah anak-anak enggan untuk mengungkapkan isi hati mereka. Anak-anak lebih memilih untuk ber-curhat pada teman-teman mereka yang sayangnya teman-teman ini ada yang malah mengiyakan saja-mendukung semua yang pendapat si pen-curhat.

>>>Para orang tua apakah kalian telah menyisihkan bukan menyisakan waktu untuk mendengarkan anak-anak kalian?

*Kebanyakan orang tua bagaimanapun akan mencari solusi untuk anaknya. Mungkin ada juga yang tidak peduli.

9 Tanggapan to "Nggak Ngomong Salah, Ngomong Salah!"

Mengaku salah dan memberitahukannya adalah yang terbaik.
Salam kenal.

Banyaknya orang tua tidak tahu kalo sebenarnya hak satu2nya yg mrk miliki atas anaknya adl hak utk meminta kehadiran si buah hati di dunia ini (baca: kopulasi/ senggama). Sedangkan kewajiban mrk atas anaknya adl keseluruhan rentetan jaminan thd kehidupan yg layak bagi si anak dimulai sejak ia menghirup nafas utk pertama kalinya sampai si anak sudah tidak membutuhkan jaminan itu lagi.

Cb posisikan dirimu sbg orang dewasa scr mental, fisik, emosional, fiskal, dan spiritual yg BELUM pny anak, apakah anda pernah minta utk dilahirkan di dunia fana?
Hati2 dan berpikirlah paling tidak 100x sblm km memutuskan utk pny anak.

Budaya pendidikan yang ada di negeri kita selalu membuat bagaikan Guru dan Murid. Seperti hal nya orang tua dan anak. Tetapi yang sering dilupakan adalah…. Kesetaraan.

Dimana seorang guru sadar betul bahwa dia bukan Tuhan, orang tua sadar betul dia tidak lebih hanya seorang manusia yang tidak ada beda dengan seorang anak. Sehingga proses “dialogis” dapat dilakukan. Hingga mencapa solusi yang dibutuhkan.

Bujeeett, serius banget si ban..

*kabuuuurrrr….

Gak smua org tua bersikap otoriter, plg gak, tidak pd smua ‘kasus’.. Ada hal2 tertentu yg bagi orgtua adalah sdh ‘harga mati’ dan tdk utk didiskusikan.. Kalo km ‘dititipi’ seorang kanak2, dan sangat km sayangi, km pasti akan setuju pd hal tsb..
Btw, kirain judulnya teh ttg ‘omongan’ yg lain, spt memberi ucapan selamat hari raya, gitu. He he.

Sabar aja, kadang orang tua memiliki pertimbangan matang.
kalo mau kamu harus siapkan matang2 rencanamu, selain plan A n Bm, jadi ortumu bisa nerima🙂

jujur tetap yang terbaik..
walaupun setelah jujur masih saja disalahkan😀

walo jujur=ajur, tetep… jujur is the best!!

jadi inget pengalaman mu dulu hell. yang penting ntar kamu gak jadi seperti itu.hehehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Logo Lomba Blog Remaja Kisara 2008

Dokumen

Stat (Agt'08)

  • 55,158 pengamat

Add to Technorati Favorites web stats PageRank Bloggerian
 Top Hits My BlogCatalog BlogRank 100 Blog Indonesia Terbaik

Click-click

Yuk.Ngeblog.web.id Blog Kisara

Recent Readers

View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile

RSS Beasiswa Scholarships

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Curhat Online

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Grill Recipes

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Twitter Update

%d blogger menyukai ini: