HeLL-dA’s Words on Press

Suami atau Istri yang Salah?

Posted on: September 26, 2008

Tadi pagi saya mendengar pertengkaran yang cukup hebat di sebuah rumah. Pertengkaran antara suami-istri tepatnya. Masalahnya adalah si anak yang sering tidak menurut pada orang tuanya, dengan kata yang lebih kasar suka membangkang! Loh? Kok si anak yang membangkang, malah suami-istri itu yang bertengkar? Pertanyaan ini saya rasa bisa Anda jawab dan Anda sering lihat atau mungkin mengalaminya.

Si ibu cenderung untuk bersikap lembut pada anak-anaknya walaupun hal tersebut menyakitkan hatinya. Sementara si bapak cenderung bersikap keras. Saya tidak dapat menentukan siapa yang benar atau pun yang salah. Saya merasa kedua-duanya tidak cocok. (Ini adalah pandangan saya sebagai seorang anak.)

Di manakah tidak cocoknya? Menurut saya adalah ketika menasehati anak tersebut! Bagaimana tidak? Perbedaan antara suami-istri dinampakkan secara terang-terangan. Ujung-ujungnya saling menyalahkan satu sama lain-menuduh tidak becus mendidik anak. Si suami menyalahkan istrinya karena istrinya terlalu bersikap lembek pada anak-anak. Sedangkan si istri menuduh si suami terlalu keras pada anak-anak.

Contohnya pada perdebatan tadi, saya mendengar si suami mengatakan begini pada anaknya, “Kalau tak mau diatur lagi, lebih baik cari tempatmu sendiri!”

Sang istri langsung terperanjat kemudian mengoceh bahwa hal itu sudah keterlaluan, “Anak itu bukannya diusir tapi harus diusahakan tetap tinggal dengan orang tua. Dididik!”

Si suami menjawab, “Kalau sudah seperti ini, mau bilang apa lagi? Dinasehati berkali-kali tetapi tidak didengarkan!”

Saya yang mendengar perdebatan itu sungguh sangat menyayangkan! Yang orang tua itu lakukan hanya akan membuat si anak tidak akan menyadari kesalahannya. Si anak akan merasa si ibu membelanya. (Paling tidak, itulah yang saya rasakan dulu, barulah kini saya menyadari bahwa gara-gara saya, orang tua saya bisa bertengkar). Bukannya menyadari apa yang sebenarnya dirasakan ibunya, sekali lagi si anak merasa dirinya benar dan ibunya mendukungnya. Padahal, tidak sama sekali!

Dari peristiwa ini, apa yang dapat kita pelajari? Pertama, orang tua jangan menunjukkan kelemahan mereka. Saling menyalahkan satu sama lain. Secara tidak langsung, mereka masih kekanak-kanakan dan sama seperti anaknya (itulah kalimat kasarnya). Kedua, si anak mungkin sulit untuk menyadari apalagi mengakui kalau dia salah. Yang ada hanyalah hatinya semakin keras. Untunglah, kalau ada beberapa anak yang menyadari mereka salah. Akan tetapi, menurut saya, dalam kasus ini, beberapa anak memang menyadari kalau dia bersalah dan menyakiti hati si ibu. Yang saya cetak tebal barusan ini, sangat perlu diperhatikan! Anda pasti tahu apa yang terjadi.

Solusinya saya sendiri juga masih belum memahaminya. Saya hanya bisa mengambil dari sudut pandang sebagai anak. Jika akar permasalahannya adalah si anak. Si anak seharusnya memahami orang tuanya. Janganlah membuat mereka sakit hati! Sungguh disayangkan, bukan, si anak yang memberontak malah orang tua yang harus bermusuhan.

Satu yang hanya bisa saya sarankan kepada para orang tua adalah semestinya mereka mengadakan pembicaraan terlebih dahulu. Jadi, tidak seperti kejadian tadi, biasanya para orang tua menasehati anak-anaknya secara spontan dan jika ada kesempatan atau hanya karena teringat saja.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat, walau hanya sedikit.

😉

>>>Tulisan ini didasarkan pada kasus dimana orang tua telah mengerahkan upaya ekstra untuk mendidik anaknya. Jadi, maaf-maaf saja, jika ada orang tua yang sebelumnya sangat kurang memperhatikan anak-anaknya, hal ini akan jauh lebih sulit!

6 Tanggapan to "Suami atau Istri yang Salah?"

Istri lah yang salah
kebanyakan nonton sinetron suami suami takut istri:mrgreen:

ah, kebanyakan pasutri memang lemah dalam ilmu mendidik anak, karena juga masih mempertahankan EGO masing2..
Good Post Hell…

dua2 nya yg salah…

..orang tua dari si suami dan orang tua dari si isteri yang salah..

kelimaxxx

yyyyeeeeeaaahhhh…

yg salah adalah yg urat lehernya paling gede ketika lagi berdebat.
he..he..he..

biasa lah, semakin mencoba menutupnutupin kesalahan lah…
ho..ho..ho..
😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Logo Lomba Blog Remaja Kisara 2008

Dokumen

Stat (Agt'08)

  • 55,158 pengamat

Add to Technorati Favorites web stats PageRank Bloggerian
 Top Hits My BlogCatalog BlogRank 100 Blog Indonesia Terbaik

Click-click

Yuk.Ngeblog.web.id Blog Kisara

Recent Readers

View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile

RSS Beasiswa Scholarships

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Curhat Online

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Grill Recipes

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Twitter Update

%d blogger menyukai ini: