HeLL-dA’s Words on Press

Kaum yang Terlupakan

Posted on: September 20, 2008

Pikiran ini tiba-tiba melesat ke masa depan membayangkan bagaimana saya di masa mendatang nanti. Wajah berkeriput, mata sendu, rambut telah berubah menjadi putih, tak sanggup lagi untuk berjalan ke sana ke mari dan mungkin tidak dipedulikan lagi oleh sekitar.

Poin terakhir sungguh menyedihkan, bukan? Biarlah poin-poin awal mengerumuni tubuh ini namun jangan sampai pada poin terakhir. Wuih… Sudah tersiksa secara fisik, batin pun ikut-ikutan! Akan tetapi, itulah yang sering kali terjadi sekarang ini. Sepertinya kaum lansia tak ada di sekitar keluarga mereka! Kalau pun mereka masih dirasakan ada di dekat keluarganya, keluarganya hanya menganggap dia angin yang berhembus begitu saja. Tak dihiraukan.

Saya sendiri pernah melihat langsung seorang nenek memanggil-manggil entah siapa dari teras rumahnya. Nenek itu terduduk di lantai, tubuhnya tidak sanggup dia angkat. Di berita-berita juga tak jarang dilaporkan mengenai peristiwa tewasnya kaum lansia baik karena tak disengaja oleh mereka (baca: kaum lansia) maupun yang disengaja oleh mereka yakni bunuh diri.

Faktor kesehatan mereka yang telah terjun bebas ke jurang ditambah lagi dengan tekanan batin karena tak diperhatikan sungguh sangat berpengaruh bagi kaum lansia untuk memikirkan meregang nyawa.

Sungguh tragis, saya katakan dan mungkin menurut Anda juga.

Oleh karena itu, apa yang dapat kita lakukan? Saya pun harus mengakui bahwa saya tidak tertarik untuk memberi perhatian lebih kepada para kaum lansia. Rasa-rasanya mereka kurang nyambung dengan saya. Harus diakui bahwa kadang-kadang ocehan yang keluar dari mulut mereka kurang saya mengerti dan tidak jelas. Beberapa lansia sangat katrok :mrgreen: . Maaf! Kata-kata saya agak kasar. Akan tetapi itulah kenyataannya. Mereka sering kali menjadi bahan tertawaan…😦

Apa yang dapat saya dan Anda lakukan? Sekali lagi pertanyaan ini naik ke permukaan. Menurut saya, saya dan Anda pasti sudah tahu apa yang harus dilakukan!

>>>Jika ada lansia di rumah Anda, apakah sebelum berangkat ke suatu tempat misalnya ke tempat kerja, Anda sudah pamitan padanya?

2 Tanggapan to "Kaum yang Terlupakan"

wew… jadi ingat almarhumah nenek saya …😦

memang terkadang klo usia sudah sperti itu, kondisi fisik yg tidak kuat lagi… terkesan membani keluarga ….

tp ingat… merka adlah orang tua, klo nggak da mereka kita pun nggak akan ada……

so berbuat baiklah…. niscaya kita nanti pun akan diperlakukan yang sama

terima kasih ats ilmunya …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Logo Lomba Blog Remaja Kisara 2008

Dokumen

Stat (Agt'08)

  • 55,158 pengamat

Add to Technorati Favorites web stats PageRank Bloggerian
 Top Hits My BlogCatalog BlogRank 100 Blog Indonesia Terbaik

Click-click

Yuk.Ngeblog.web.id Blog Kisara

Recent Readers

View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile

RSS Beasiswa Scholarships

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Curhat Online

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Grill Recipes

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Twitter Update

%d blogger menyukai ini: