HeLL-dA’s Words on Press

Kiat Sukses Ibu Remaja

Posted on: September 8, 2008

“Nasi telah menjadi bubur”, begitulah pepatah yang sering kita dengar jika seseorang terlanjur jatuh ke dalam perbuatan dosa yang notabene merugikan dirinya sendiri. Segera beri tahukan orang tua jika hal ini terjadi. Memang mungkin mereka akan kecewa sekali. Meskipun begitu, mereka akan tetap menyayangi para remaja yang telah menunjukkan sikap bertobat. Oleh karena itu, apalah daya meratapi nasib, menyalahkan diri sendiri dan menarik diri dari lingkungan. Yang perlu dilakukan oleh seorang ibu muda (baca: ibu remaja) sekarang hanyalah harus mengahadapi tantangan untuk menjalani hidup sebagai seorang ibu yang baik bagi anaknya. Aborsi atau pun memberikan anak yang telah ia lahirkan pada orang lain untuk diasuh bukan penyelesaian!

Mari kita simak beberapa tips singkat berikut ini:

Rajin beribadah dan mendekatlah pada Allah

Semua masalah baik itu bukanlah masalah mengenai topik yang saya angkat ini, solusinya pasti yang satu ini. Tak ada yang lebih baik dari mendekat pada Allah. Tak perlu dijelaskan secara panjang-lebar, kita sudah tahu apa manfaatnya.

Pelajari Cara Mengasuh Anak

Tentu para remaja tidak ingin merepotkan anggota keluarga yang lainnya dan terus-menerus bergantung pada mereka dalam hal mengasuh anak. Bagaimanapun seorang ibu harus mempelajari dan memahami apa yang dibutuhkan oleh anaknya. Mudah-mudahan kelak nantinya anak itu bisa jauh lebih baik dari ibunya, bukankah begitu yang diinginkan oleh ibunya? Meskipun begitu, ingatlah bahwa seorang remaja tidak sendirian! Ibu dari seorang remaja dan bahkan wanita-wanita yang lebih tua lainnya berminat untuk membantunya, memberikan pelatihan dan memberikan dorongan moril bagi seorang ibu remaja.

Mendapatkan Pendidikan

Jika memungkinkan selesaikanlah sekolah! Paling tidak, seorang remaja juga bisa mempelajari keterampilan yang kelak berguna untuk memenuhi kebutuhan si bayi. Jangan sampai tidak mempunyai keterampilan! Akan sangat sulit keadaan pastinya. Tidak mungkin seterusnya bergantung pada orang tua, bukan?

Ucapkan Terima Kasih

Dari poin kedua tadi, kita telah diberi tahu bahwa pastinya ibu dari remaja tersebut dan yang lainnya akan bersedia membantu untuk mengasuh dan mengajari cara mengasuh seorang anak atau mungkin ada di antara mereka yang secara suka rela membelikan pakaian maupun barang-barang yang dibutuhkan oleh ibu dan bayi tersebut, maka dari itu, seorang ibu remaja janganlah lupa untuk mengucapkan terima kasih. Sekadar mengucapkan terima kasih saja, itu menunjukkan bahwa ibu remaja tersebut benar-benar menghargai pemberian tersebut.

Jangan Merasa Remaja Lagi!

Saran yang satu ini mungkin adalah yang paling berat, Baik bagi seorang ibu remaja yang tidak menginginkannya sebenarnya dan bahkan yang memang memutuskan untuk menikah di saat masih remaja (ada lho yang seperti ini😆 ). Di saat anak muda lainnya masih berkutat dengan sekolah, pergaulan dan cita-cita mereka, seorang ibu remaja harus mengasuh anaknya. Para ibu remaja terkadang merasa iri dan malu.

Yang parahnya, saya sendiri melihat langsung seorang ibu yang demikian sering tidak mengakui bahwa anak yang sedang digendognya itu adalah anaknya. Dia lebih memilih untuk berbohong lalu mengatakan kalau anak itu adalah adiknya semisalnya.

Beberapa ibu muda yang lainnya seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya di postingan sebelumnya malah melanggar tips ini, mereka merasa masih remaja, menggoda lelaki lainnya dan menjalin hubungan dengan lelaki tersebut. Sungguh disayangkan ada juga yang terperosok ke dalam lubang yang sama akhirnya.

Pernikahan Dinikah Jawabannya?

Bagi seorang remaja yang terlanjur hamil di luar nikah, apakah melangsungkan pernikahan dini adalah solusi? Tidak! Ini bukanlah solusi, pernikahan ini hanyalah menambahkan bara api dalam dada jika pernikahan ini tidak didasarkan komitmen. Seorang anak lelaki yang dengan tulus ingin bertanggung jawab sekalipun belum tentu sanggup untuk menafkahi dan menjadi seorang ayah yang baik. Belum lagi, dikatakan bahwa pernikahan yang dilakukan tergesa-gesa memiliki kecenderungan untuk bubar dengan sangat cepat. Jadi, hendaklah hal ini dipertimbangkan dengan sangat spesifik.

Semoga beberapa tips di atas bermanfaat. Akan tetapi, alangkah lebih baiknya yang dilakukan adalah tindakan pencegahan. Bagaimanapun harus menjadi seorang ibu pada saat yang tidak tepat merupakan tantangan yang sesungguhnya tdak perlu dihadapi jika seorang remaja dapat tetap teguh untuk menjaga dirinya. Bukankah lebih bahagia jika memenuhi semua norma yang telah ditetapkan? Kebahagiaan akan lebih berlimpah.😉

—————————————–

Klik juga yang berikut ini:

Ibu Muda

Seks Pranikah-Berbahayakah

12 Tanggapan to "Kiat Sukses Ibu Remaja"

nice writting..u are very mature…

Hm…kalo saya sering denger yang seperti ini
“Kalo nasi sudah terlanjur jadi bubur…Sekalian aja buat jadi bubur ayam…”

gitu, mbak..katanya..

@Syelviapoe3
(Susah neh, mau nulis nama kamoe..)

Maka dr itu saya kasih tips supaya sekalian jadi bubur ayam, kan jd lebih enak… Sama spt ibu remaja yg akhirnya bisa berhasil…
😉

owh.. ternyata ini toh blogmu yang lain..
ulasan yang menarik hel, walau udah menjadi bubur, masih bisa dinikmati dengan menambahkan pernak pernik lain (kecap, telor, bawang goreng, disiram kuah juga…🙂 )

wah ngomong2 soal bubur ayam jadi laper nih..hihihi..

tapi, bagemanapun juga, menikah di usia muda tu membutuhkan suatu kesiapan mental dan fisik yang sangat besar ya..

makanya kita harus menjaga diri dan pasangan biar gak kebablasan..haha..ngomong apa sih saiah..

Ane siaf menjadi suami yang baek buat fara ibu-remaja…:mrgreen:
*dirajam*

omon-omon… sebaeknya siafafun fara remajanya, terutama kaum gadis, jangan sekali-kali bermimfi jadi ibu-remaja… kecuali tanfa embel-embel MBA…😀

Well, ini toh rumahnya.. ! Nice blog Hellda..
Jgn lupa ya mampir2 di rumah lama n rumah kita..
Eh, soal bubur, itu fave ku juga lho😀

Saya setuju sekali dengan kalimat terakhir Hilda, Pencegahan karena banyak sekali kekurangannya dari pada kelebihannya untuk menjadi seoran ibu remaja. Dari sudut kesehatan bisa berakibat buruk bagi sang ibu dan sang anak dan belum adanya kesiapan moral dari sang ibu. Dari sudut materi tidak ada kesiapan bagi sang ibu sehingga tidak dapat memberikan kehidupan yang layak bagi sang bayi. thanks

Cepatnya jaman informasi ini berkembang adalah penyebab terbesarnya, Setuju?

Tapi kalo semua remaja bisa mencegah diri dari hamil terlalu dini, tulisan bagus di atas jadi sia-sia. Sayang juga kan?

@Samsulers
Hmm.. Saya setuju…

@Nesia
Hahaha… Bener bangetsss… (kayak iklan IM3)

Jadi Bapak/Ibu remaja….
Jangan deh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Logo Lomba Blog Remaja Kisara 2008

Dokumen

Stat (Agt'08)

  • 55,158 pengamat

Add to Technorati Favorites web stats PageRank Bloggerian
 Top Hits My BlogCatalog BlogRank 100 Blog Indonesia Terbaik

Click-click

Yuk.Ngeblog.web.id Blog Kisara

Recent Readers

View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile

RSS Beasiswa Scholarships

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Curhat Online

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Grill Recipes

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Twitter Update

%d blogger menyukai ini: