HeLL-dA’s Words on Press

Berbohong-Berat Bagi Otak

Posted on: September 4, 2008

Saya sendiri mula-mula merasakannya namun kurang memperhatikan hal tersebut. Ya, berbohong! Beberapa tahun lalu saya membaca sebuah artikel mengenai berbohong.

Berbohong memang pekerjaan berat bagi otak kita. Mau tahu?

Ayo simak penjelasan singkat berikut ini:

Sewaktu diajukan pertanyaan, mula-mula otak kita perlu memproses. Sebelumnya, seorang pembohong pertama-tama berpikir jawaban yang benar baru setelah itu dia merancang jawaban yang salah dan kemudian mengucapkannya.

Tentu saja ini lebih ribet daripada mengucapkan yang sebenarnya karena seperti penjelasan di atas, bukankah jika kita ingin berbohong, biasanya terbersit juga jawaban yang benarnya kemudian setelah itu kita memodifikasi jawaban benar tersebut.

Menurut Anda?

😉

Tag: ,

14 Tanggapan to "Berbohong-Berat Bagi Otak"

ayyaa…. benar sekali. Ini pernyataan orang yang bersih…hatinya.

Salam

nama lu hampir agak mirip ma nama gw…
huhhhhh…

emmak gw sala kasi nama ne,,.

krn bohong itu akan di lanjutin dengan ratusan bohong lagi untuk mendukung kata bohong itu tadi.

Betul tuh, Berbohong membutuhkan ruang memori di otak untuk menyimpan kebohongan tersebut untuk menyelamatkan diri jika pertanyaan/peryataan yang sama dibutuhkan.

berbohong itu nyusahin diri sendiri & orang lain…

tapi menurut aku berbohong itu lebih mudah dari pada berbuat jujur, buktinya di dunia ini lebih banyak pembohong dari pada yg jujur. bener ngga ???

@Radenmanews

Memang lebih banyak pembohong dp yg jujur, tapi tetep saja kan kasihan otak mereka harus bekerja lebih keras, walau mereka tdk terlalu memperhatikannya..
😆

Iyah. That’s why, berbohong itu pekerjaan orang pinter. Kita aja, makin dewasa, makin biasa boong. Org jujur, sering diidentikkan ama orang polos, sementara polos itu, kadang cuma nama lain dari bodoh.

So, suka boong? Berbahagialah. Mungkin sekali Anda termasuk cerdas.

*nasihatrusak.com*

berarti pembohong=orang yang suka eksplorasi otaknya untuk bekerja keras tapi hasilnya nothing alias omong kosong..

Apa pun alasannya berbohong sangat bertentangan dengan hati nurani. Kebohongan tak berujung, tak habis-habisnya, ia terus memintal jawaban yang berisi kebohongan pula. Ini lah yang membebani otak ! Alhasil, orang yang suka berbohong maka ia menjadi sinting ! Kowik kowikkk ngekkk !!!

Kalau bohong demi kebaikan gimana ya mbak? tetap ribet di otak juga gak…

Dibalik kebohongan, walau tersurat senyuman, kadang menanti sebuah kebencian…
Dibalik kejujuran, dengan senyuman masam, kadang ada tawa yang bermalam…:mrgreen:

ya iyalah masa ya iyadong

duren aja dibelah bukan dibedong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Logo Lomba Blog Remaja Kisara 2008

Dokumen

Stat (Agt'08)

  • 55,158 pengamat

Add to Technorati Favorites web stats PageRank Bloggerian
 Top Hits My BlogCatalog BlogRank 100 Blog Indonesia Terbaik

Click-click

Yuk.Ngeblog.web.id Blog Kisara

Recent Readers

View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile

RSS Beasiswa Scholarships

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Curhat Online

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Grill Recipes

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Twitter Update

%d blogger menyukai ini: