HeLL-dA’s Words on Press

“Terima Kasih”

Posted on: Agustus 30, 2008

Kata itu sering terlewatkan begitu saja! Budaya pengucapan “terima kasih” sudah mulai terkikis, setidaknya itulah pengamatan saya. Bibir saya juga terkadang enggan untuk mengucapkan dua kata tersebut. Entah karena apa? Saya pun agak bingung. Apa karena gengsi atau karena orang yang kita ingin lemparkan kata-kata tersebut adalah bukan orang yang kita kenal, atau mungkin sebaliknya?

Beberapa hari yang lalu, seorang anak kecil meminta tolong untuk diambilkan air minum. Saya pun melakukannya. Setelah saya memberikan cangkir berisi air itu, dia mengucapkan kata terima kasih. Saya benar-benar senang sekali!🙂 Seorang anak kecil saja ingat untuk mengucapkannya. Berbeda dengan cerita barusan, baru-baru ini saya dimintai tolong oleh seorang bapak berumur setengah abad untuk mengambil bukunya dari rak, mau tahu apa yang terjadi setelah saya mengulurkan tangan dengan memegang buku tersebut lalu memberikannya? (Sepertinya Anda semua sudah tahu!😆 ). Ya, dia mengambil begitu saja buku tersebut tanpa mengucapkan apa-apa. [Tidak usahlah dua kata tersebut dia ucapkan, paling tidak bilang, “kasih…” kek😦 ) Dalam hati saya begitu kesal!

Pengalaman lainnya adalah sewaktu saya dan tetangga saya berbelanja. Saya melihat sebuah poster kecil bertuliskan kira-kira begini: “Jika kasir kami tidak mengucapkan terima kasih, Anda berhak mendapatkan 1 botol Coca Cola“. Ya ampyuunn, pikir saya. Kayaknya pegawai di sini tidak terbiasa mengucapkan terima kasih pada pelanggannya. Sampai-sampai dibuat peraturan seperti itu. Pada saat itu saya tidak tahu apakah si kasir melontarkan kata terima kasih pada tetanggaku itu. Kebetulan dia yang membayar ke kasir. Saya menanyakan pada tetanggaku itu mengenai hal tersebut. Dia malah menjawab, “Nggak tahu. Lupa aku.” Gubrak!!!😕

Ampun DJ lah, kataku dalam hati. Memang budaya untuk mengucapkan terima kasih telah terkikis! Tetanggaku itu pun ternyata tidak peduli apakah orang lain mengucapkan terima kasih atau tidak padanya. So what gitu loh? (Lama sekali tidak mengucapkan kalimat ini😆 ) Bahkan mungkin tidak terpikir olehnya.

Masih banyak lagi pengalaman saya mengenai itu. (Masih banyak atau tidak ya?)

Intinya menurut saya, sewaktu kita mengucapkan terima kasih pada orang lain (apalagi disertai senyuman🙂 ), kita menunjukkan minat kita terhadap orang lain, kita peduli terhadap dia, kita menghargainya dan hal ini dapat menjalin hubungan pertemanan (istilahnya silaturahmi) atau ya… paling tidak, kita akan lebih mengingat wajahnya sehingga suatu saat bertemu di lain tempat, dia bukan lagi menjadi orang asing bagi kita.

Jadi, mari kita pupuk dalam hati kita budaya “terima kasih

Untuk memulainya, saya duluan ya..

“Terima kasih telah berkunjung ke blog saya dan terima kasih juga atas perhatiannya.”

.

.

.

N.B: Tetapi jangan berlebihan ya! Pakailah kata “terima kasih” dengan sewajarnya..😆

18 Tanggapan to "“Terima Kasih”"

terima kasih kembali ye….
keep smile ya….

trimakasih telah mengingatkan ku….

Terima kasih cinta untuk segalanya, kau berikan lagi ksempatan itu …

*loh De, koq malah nyanyi* ditendang !!

“Bibir saya juga terkadang enggan untuk mengucapkan dua kata tersebut.”

lah, kenapa enggan ngucapin kata makasih?

HeLL-dA: Saya juga bingung..😆

emang kadang susah bagi orang2 tuk mengucapkan terima kasih padahalkan gratis..oh ya lupa terima kasih ya😀

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya; jangan kapok berkunjung yach😀

Terima kasih
Thank you
suksma (bahasa bali)
sudah berkunjung ke pondok “blog” saya…:)

hmmm..kalo saya sih, selalu mengucapkan terima kasih..malah kadang cewek saya bilang saya terlalu mengobral kata ‘terima kasih’….kalo udah gitu, baik ato gak sih?

terima kasih terima kasih terima kasihh..
(entah tulus entah tidak syapa yang tau)
Salam 🙂

@Andre
Yg pasti nggak bisa dibilang ngga’ baik, baik koq..
Nggak ada sanksi yg tegas utk itu..
So, juz do it!
😆

Terima kasih…

Budaya ini harus dibiasakan sewaktu kecil, dari orang tua kepada anak…
Nanti juga kebawa sendiri di kehidupannya pas si anak tumbuh gede…

klo yg ga kebiasa dari kecil ini yg agak susah… orang tua kan lumayan ‘tambleng’ klo diajarin.😛
bukankan begitu?!?!

Bener benget…
Org tua kdg susah utk diajarin..
Takutnya dia tersinggung…

(Dimaapin ye aye…)😆

Terima kasih hell-da..udah mengingatkan…
Terima kasih semua…
kalian memberiku warna dalam hidup…

setuju se-x. konon ada tiga kata terpenting dalam hubungan antarmanusia; tolong (dlm arti please, bukan help), maaf, dan terima kasih.

ketiganya mengandung “ruh” yg sama sih: kerendahan hati. bahwa kita pasti butuh orang lain, bahwa kita bisa salah.

TERIMA KASIH utk posting yg keren ini, MAAF kalo ada salah kata, dan TOLONG buat lagi tulisan keren kek gini ya…
🙂

Terima Kasih telah memberikan senyum padaku, walau melalui blog, itu sudah memberi makna yang dalam. Terima kasih telah memasang logo KISARA di Blog kamu, dan Terima Kasih telah berpartisipasi dalam lomba blog KISARA. Ternyata tidak sesulit yang kita bayangkan untuk mengucapkan terima kasih. Mari berubah….

haii…luthcu y critaa km bye…

Terima kasih smua nya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Logo Lomba Blog Remaja Kisara 2008

Dokumen

Stat (Agt'08)

  • 55,158 pengamat

Add to Technorati Favorites web stats PageRank Bloggerian
 Top Hits My BlogCatalog BlogRank 100 Blog Indonesia Terbaik

Click-click

Yuk.Ngeblog.web.id Blog Kisara

Recent Readers

View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile

RSS Beasiswa Scholarships

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Curhat Online

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Grill Recipes

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Twitter Update

%d blogger menyukai ini: