HeLL-dA’s Words on Press

Kill Urself, Bibeh! (What?)

Posted on: Agustus 29, 2008

Sebelum dan selagi saya menulis ini, beberapa lagu yang saya dengar adalah:

Terhimpit masalah ekonomi, kehilangan orang yang dikasihi, dan masih banyak lagi masalah dalam hidup yang memicu tindakan bunuh diri. Sedangkan yang lainnya adalah karena gangguan mental. Menurut Norman Wright yang saya kutip dari salah satu harian umum, 10 persen orang bunuh diri dengan alasan tidak jelas, 25 persen orang yang melakukan tindakan bunuh diri karena menderita ketidakstabilan mental dan 40 persen karena mengikuti kata hati ketika mengalami gangguan emosi. Yang pasti banyak orang melakukan bunuh diri karena ingin segera keluar dari masalah dan tekanan hidup.

Bunuh diri adalah salah satu cara membalasnya, agar orang yang telah menyakitinya merasa bersalah

Buku Suicide karya Stephen Flanders yang saya kutip dar sebuah majalah menyertakan beberapa faktor risiko untuk bunuh diri:

  • Depresi kronis
  • Putus asa
  • Alkoholisme dan penyalahgunaan narkotika
  • pengaruh keluarga
  • kehilangan orang yang dikasihi (bahkan binatang peliharaan)

Faktor-faktor di atas hanyalah faktor pemicu saja, tindakan bunuh diri akan semakin terealisasi jika beberapa hal berikut terjadi:

  • Pernah berpikir untuk bunuh diri: Jika seseorang pernah merancang suatu cara untuk bunuh diri atau paling tidak terbersit saja untuk mengakhiri hidup, sebaiknya perlu hati-hati!
  • Bicara soal bunuh diri: Jika seseorang pernah menyatakan perasaannya untuk mengakhiri hidup ataupun ketidakbergunaan dirinya, jangan pernah sepelekan hal tersebut! Tindakan ini juga adalah semacam jeritannya untuk meminta tolong.
  • Perubahan kepribadian dan perilaku: Seperti poin kedua, perubahan kepribadiannya diikuti dengan pernyataan-pernyataan ketidakbergunaan dirinya, hal ini dapat mengarah kepada tindakan bunuh diri.
  • Pengaturan akhir: Mencakup membuat surat warisan, barang-barang berharga dan lainnya.

Oya, sekadar intermesso, faktor-faktor di atas akan semakin terpicu dengan situasi seperti ini: Dia berada di ruangan yang sepi (bisa juga di keramaian) sedang mendengarkan lagu-lagu yang saya dengarkan yang saya sebutkan di atas. Ya, musik bisa menjadi bensin yang tercipratkan sehingga api yang telah muncul membara. Saya pernah baca pernyataan ini di salah satu forum, jenis musik yang disebut-sebut dapat merangsang seseorang untuk melakukan tindakan bunuh diri, selain itu menurut wikipedia, jenis musik ini juga dapat menyebabkan halusinasi, perubahan persepsi, sinestesia, ketakutan, perasaan mistik dan psycho. Jenis musik ini adalah psychedelic! Psychedelic memang tidak mencakup musik saja, tetapi pada kesempatan ini, mungkin objek itulah yang paling dekat dengan kita.

Beberapa musisi yang memasukkan ‘perangsang’ ini dalam lagu-lagunya adalah Pink Floyd yang adalah masternya. Ada pula Team Sleep dengan single-nya “Ever (Foreign Flag)”, Thom Yorke, Sore “Pergi Tanpa Pesan”, dan beberapa lainnya. (Dikutip dari pernyataan dalam forum yang saya sebutkan di atas).

Jadi, jangan coba-coba menghayati lagu-lagu yang sedang saya dengarkan itu yang saya sebutkan di awal!😆 (Kalo’ kaga’ boleh, napa disebutin, Hel..!)

Lalu, bagaimana jika hal-hal yang disebutkan tadi terjadi pada orang yang ada di sekitar kita ataupun diri kita sendiri? Jawabannya adalah, “Juz keep in touch, Bibeh” alias komunikasi. Jika orang di sekitar kita, ada yang menunjukkan gejala-gejala tersebut, berkomunikasilah dengan dia dan motivasi dia! Tetapi, satu hal yang patut diperhatikan, jangan pernah men-judge niatnya untuk bunuh diri sebagai dosa. Tetaplah jaga kontak dengannya. Sedangkan jika hal ini terjadi pada diri kita sendiri, jangan terbawa arus emosi kita sendiri sehingga menjauhkan kita dari dunia luar, tetapi kerahkanlah diri untuk berkomunikasi dengan orang lain! Utarakanlah isi hati pada orang yang matang dan peduli terhadap kita.

Satu hal lagi yang terpenting, semuanya dimulai dari lingkungan terkecil kita yakni keluarga!

8 Tanggapan to "Kill Urself, Bibeh! (What?)"

jalan pintas kali ya…? 🙂

salam kenal mbak

faktor orang terdekat…

hm… setuju..
orang terdekat dan yg dikasihi seharusnya bisa ngejaga seseorang biar ga berbuat senekat itu…

HAREEE GENEEE masih BUNUH DEREEEE….

dah ga jaman akh..😛

-Salam kenal Teh

U not comment i still comment deh..hahaha..btw bego banget yang pada mau bunuh diri, wong hidup ini indah banget kok…emang di akherat ada blog? mending hidup deh, bisa ngeblog n tambah temen…hehehe

Wah… saya pernah hampir melakukan tindakan bodoh itu… Thx God masih tertolong….. dan sampe skrg itu hal paling terbodoh yg pernah kulakukan. So never thnk about to do it all….

Kl soal bunuh diri, jd inget sm Kurt Cobain
Kl si Bibeh inget Changchuters
kill ur self, oh no no no.

[…] dan tindakan kenakalan remaja. Dari buku Suicide karya Stephen Flanders, yang Helda kutip dari blog lama Helda, berikut beberapa faktor resiko bunuh […]

[…] dan tindakan kenakalan remaja. Dari buku Suicide karya Stephen Flanders, yang Helda kutip dari blog lama Helda, berikut beberapa faktor resiko bunuh […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Logo Lomba Blog Remaja Kisara 2008

Dokumen

Stat (Agt'08)

  • 55,158 pengamat

Add to Technorati Favorites web stats PageRank Bloggerian
 Top Hits My BlogCatalog BlogRank 100 Blog Indonesia Terbaik

Click-click

Yuk.Ngeblog.web.id Blog Kisara

Recent Readers

View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile

RSS Beasiswa Scholarships

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Curhat Online

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Grill Recipes

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Twitter Update

%d blogger menyukai ini: