HeLL-dA’s Words on Press

SEKS PRANIKAH-Berbahayakah?

Posted on: Agustus 7, 2008

“Seks Pranikah. Mengapa Tidak? Jika kami saling mencintai, apakah kami harus menunggu sampai sudah menikah?”

Begitulah pemikiran kaum remaja: Jika didasari oleh saling suka dan tidak mengganggu orang lain, kenapa tidak boleh menikmatinya? Bahkan saya pernah mendengarkan mengenai topik ini di radio. Mereka menanyakan: “Kamu setuju nggak sih dengan having sex sebelum menikah?” Jawaban mereka adalah yang saya sebutkan di awal tadi.

Tetapi apakah pandangan seperti itu benar? Memang tidak dipungkiri pada zaman sekarang ini keperawanan tidaklah menjadi prioritas. Nilai-nilai moral telah mengalami pergeseran seraya waktu berlalu. Buku yang berjudul A Tribe Apart mengatakan, “Kaum muda telah membentuk komunitasnya sendiri… Komunitas ini bukan sekadar kumpulan teman sebaya, melainkan suatu masyarakat yang terpisah [dari orang dewasa] yang mempunyai nilai-nilai, etika dan aturannya sendiri.” Tetapi “etika” dan “aturan” di kalangan muda masih saya pertanyakan.

Penyebab

Pubertas dini disebut-sebut sebagai penyebab perilaku seksual di masa dini. Namun, menurut saya apakah hanya semata-mata oleh karena itu. Kematangan seksual dini tidak akan terlalu berpengaruh pada remaja jika dia memiliki perisai yang bisa menangkal pengaruh dari luar. Ya, lingkungan merupakan faktor yang luar biasa bisa memicu semua hasrat yang ada dalam diri seorang remaja. Sayang sekali para remaja malah menerima propaganda yang mengesahkan seks pranikah yang membanjiri buku, majalah, video game, film dan Internet. Media massa menggambarkan seks pranikah sebagai sesuatu yang galmor, menyenangkan dan bebas resiko.

Selain propaganda besar-besaran tersebut ada propaganda yang benar-benar luar biasa hebat. Seperti yang telah kita simak sebelumnya, para remaja memiliki komunitasnya sendiri. Komunitas yang memiliki “etika” dan “aturan” sendiri.

Teman-teman sebaya mereka ini mengatakan bahwa hubungan seks akan membuktikan kejantanan dan kewanitaan seseorang. Sementara beberapa remaja mendapat tekanan dari sang pacar, dilengkapi lagi oleh rasa ingin tahu. Dia merasa hidup ini belum lengkap jika belum merasakannya. Apakah para remaja siap menghadapi konsekuensinya? Konsekuensi apa saja itu?

Dampak Fisik

Remaja yang mengadakan hubungan seks tentunya memiliki kemungkinan untuk hamil walau menggunakan alat kontrasepsi. Setiap metode pasti memiliki persentase kegagalan. Bahkan remaja yang secara rutin mengkonsumsinya. Meskipun dia tidak akan hamil, apakah dia bisa menjamin tidak akan terjadi apa-apa di masa yang akan dating. Penyakit-penyakit kelamin seperti sipilis dan gonorhoe dan AIDS yang begitu booming sekarang mungkin bakal menjangkiti mereka. Dan sebenarnya ada bahaya yang lebih menakutkan daripada semua yang saya sebutkan di atas. Bahaya apakah itu?

Dampak Psikologis

Banyak remaja yang mengira kalau mereka mengadakan hubungan seks sewaktu berpacaran, ini akan mendekatkan mereka satu sama lain. Tetapi, kenyataan berkata lain! Hal tersebut sangat mengecewakan-tidak ada perasaan senang ataupun kehangatan cinta yang disangka semula. Mereka akan memandang satu sama lain dengan perasaan berbeda dari sebelumnya. Si gadis mungkin akan tampak kurang menarik dan perasaan si pria terhadap gadis itu tidak akan membara. Sementara si gadis mungkin akan merasa dimanfaatkan atau bahkan direndahkan. Sepasang remaja yang melakukan hubungan seks sebelum menikah sesungguhnya telah melewati garis yang tak mungkin mereka lampaui kembali! Biasanya sepasang kekasih yang telah menyelami hubungan seksual pranikah memiliki persentase yang cukup besar untuk berpisah. Ini disebabkan oleh rasa curiga, tidak percaya dan perasaan cemburu berkembang dalam hati. Seorang remaja mengatakan, “Jika dia mau melakukannya dengan saya mungkin dia telah melaukannya dengan orang lain. Sebenarnya, demikianlah perasaan saya … Saya luar biasa cemburu dan ragu-ragu, serta curiga.”

Setelah saya mengemukakan latar belakang dan faktor-faktor serta bahaya dari seks pranikah, mungkin ada yang berpendapat bahwa memiliki pengalaman seks sebelum menikah akan membantu seorang suami atau istri. Tidak! Hal tersebut justru malah mengurangi kemesraan dalam perkawinan!

Dalam hubungan seks pranikah yang ditekankan adalah memenuhi hawa nafsu dan hanya segi-segi fisik dari seks, tidak ada respek satu sama lain karena hawa nafsu yang tidak terkendali dan pola mementingkan diri. Sedangkan dalam pernikahan, hubungan intim yang sehat menuntut pengendalian diri. Fokusnya adalah pada memberi, ‘memenuhi kewajiban seks terhadap pihak yang satunya’, dan bukannya mendapatkan atau menerima. Ingatlah bahwa kepuasan dalam perkawinan tidak diperoleh karena faktor fisik.

Survei menyatakan bahwa mereka yang sudah mengadakan hubungan seks pranikah berpotensi dua kali lebih besar melakukan perzinahan setelah menikah.

Solusi

Komunikasi yang berarti adalah salah satu solusinya. Sepasang kekasih kadang terlalu cepat akrab secara fisik. Mereka menghabiskan waktu dengan pernyataan kasih sayang yang berlebihan sehingga ini mengurangi komunikasi yang bermakna. Mereka bisa saja gelap mata dan akhirnya mengabaikan perbedaan-perbedaan serius yang mungkin akan muncul setelah pernikahan. Jadi, hendaknya sepasang anak manusia yang berpacaran lebih banyak menyediakan waktu untuk berkomunikasi-bisa dengan menyelesaikan problem-problem dan membahas cita-cita dalam hidup.

Kemudian, di samping itu semua, orang tua serta orang dewasa di sekitar remaja berperan penting. Seorang remaja yang memiliki hubungan yang baik dengan orang tua dan orang-orang dewasa yang peduli terhadap mereka cenderung tidak akan memulai aktivitas seksual dini.

Pada akhirnya, semua keputusan ada di tangan kita semua! Semua berawal dari diri sendiri. Apakah dia akan mengambil yang baik atau apakah dia akan mengambil yang buruk. Jawabannya ada pada diri sendiri!

25 Tanggapan to "SEKS PRANIKAH-Berbahayakah?"

wahh…contekan bagus niiih……..pesen gua:
kalo dia cinta & sayang …jangan di rusak dech……dengan seks…..pranikah…….ntar nyesel…..

Sex pranikah,contoh korban cinta pembodohan.

Artikel di blog Anda sangat menarik dan berguna sekali. Anda bisa lebih mempopulerkannya lagi di infoGue.com dan promosikan Artikel Anda menjadi topik yang terbaik bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!

cayo…artikel yang menarik, kalo ada dasar penelitian oleh sapa ? dimana? jadinya bisa menjadi sebuah artikel yang valid. Btw semoga artikel ini bermanfaat dan bisa makin disosialisasikan, sehingga generasi bangsa ini tidak terpedaya oleh proganda yang menyesatkan. Selamat berjuang.

wah paranh remaja sekarang,ini mungkin akibat dari acara2 tn yang kurang mendidik

Mungkin selain dari pandangan moral. Dalam pandangan agama, semisal Islam, hal ini tidak dibenarkan sama sekali… Islam amat menjunjung tinggi “kesucian”…

Sehingga amat wajar bila pelakunya pun diancam dengan hukuman cambuk 100x ditambah diasingkan..

begitulah Mbak, kalau orang lupa agama, lupa akhirat, lupa ada neraka. Had (bentuk tunggal dari hudud) yang merupakan batasan yang tak boleh dilanggar telah dibuat mainan. Hubungan seksual yang hanya boleh dilakukan oleh pasutri sudah jadi makanan diwarung-warung, kakilima, bahkan door to door di kalangan remaja. Na’udzubillahi min dzalika. Neraka kok dibuat main-main.

[…] Ditulis pada Agustus 25, 2008 oleh HeLL-dA Praktik seks pranikah yang sudah merebak dan hasrat seksual dini yang tak dapat ditampik tentunya, hal-hal yang disebut […]

WAHAI, ORANG YANG BERIMAN INGATLAH AKAN DOSA-DOSA

yaps q juga setuju..
hati hati dengan sex bebas,sangat berbahaya bagi kita semua..
kalau diterusin bisa bisa terkena HIV AIDS loh….
dan lebih parah lagi udah terkana HIV AIDS,dikucilin ma masyarakat..kasihan…

lebih baik menjaga sampai waktunya tiba, dengan pertanggungjawaban yang bisa diandalkan. tentunya juga sah dan halal di mata Allah..

Menurut saya, seks pranikah tidak berbahaya sepanjang tidak ganti-ganti pasangan. urusan dosa lain lagi…
Saya malah mendukung pernikahan muda… biar tidak ada seks pranikah…

juga tidak dosa, hehe

Seks pranikah..no..no..no…

HEI,,,,, JANGAN MUNAFIK SEKS ITU ENAK………………..

Artikel yang bagus. Baca-baca lagi ahhhhhh 🙂

Wah AnaK reMaja sekarng UdaH paDa keCanDuaN sEx Thu So haRus dIkaSi BimBinGan LeBIh BiaR G keBablasaN GtHu……………………………..

Whahhh…gak berani deh!! Dulu neh nyokap-q selalu bilang ” enakx gk seberapa tp akibatx seumur hidup”. Skg setelah aq merit ternyata nyokap-q bo’ong..lha wong enakx lama kok he.he. Dan satu pesen lagi yg bakal aq inget seumur hidup (buat kamu2 jg), “jauhi” PRIA/WANITA yg udah punya pasangan. Setuju thoh…………

[…] juara favorit di Lomba Blog Remaja yang diselenggarakan oleh […]

Artikel yang cukup menarik, walaupun saya tidak sepenuhnya sepandangan. Anehnya, dari seluruh artikel yang Mbak Helda tulis, saya tertarik dengan kalimat ini:
“Mereka menghabiskan waktu dengan pernyataan kasih sayang yang berlebihan sehingga ini mengurangi komunikasi yang bermakna.”
Kalimat yang satu ini, saya setuju sekali. Saya sering mengamati teman-teman saya. SMS 20x sehari (dan sepertinya itu sudah termasuk sedikit…) yang isinya hanya “Sudah makan?” “Lagi ngapain?” “Mimpi indah” and whatnot. Perhatian, sih, perhatian, tapi kalau ada masalah yang sebenarnya sepertinya jarang didiskusikan bersama. Ada masalah antara pasangan itu pun, harus curhat dulu dengan teman lain sebelum mengerti inti permasalahannya dan bagaimana penyelesaianannya. Padahal kalau dibicarakan seharusnya bisa menemukan solusinya berdua saja, tanpa melibatkan orang lain…
Sigh… I just don’t get it…

[…] Juara Favorit: HeLL-dA’s Words on Press […]

hmmm…
seks pranikah…?
blom pernah saya..😀

sebaiknya sih, di halalkan.. karna ga ada satu agama pun di dunia yang mendukung seks pranikah.. *kecuali ajaran sesat*

seks pranikah…?
eMmm………ad eNk da jg nggak enk..
enk na sE cm sSaaT….tP nggaK enk nA mMbeKas…
so…nggaK usaH de cb2 uNtuK ngLakuiN hal2 yg nggak penting gt…

klo emang sayang ma pasangan napa harus lakukan sex pranikah….itu sama saja merusak!!!!!
harusnya lakukan setelah menikah..so pasti tu cemua dapet pahal n berkah..

Sex itu nikmat, tp pada saat melakukannya ja (waktu mengumbar nafsu), tp setelah itu penyesalan menghanpiri kita.

Jangan rusak orang yang kita sayangi dengan sex pra nikah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Logo Lomba Blog Remaja Kisara 2008

Dokumen

Stat (Agt'08)

  • 55,158 pengamat

Add to Technorati Favorites web stats PageRank Bloggerian
 Top Hits My BlogCatalog BlogRank 100 Blog Indonesia Terbaik

Click-click

Yuk.Ngeblog.web.id Blog Kisara

Recent Readers

View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile

RSS Beasiswa Scholarships

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Curhat Online

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Grill Recipes

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Twitter Update

%d blogger menyukai ini: