HeLL-dA’s Words on Press

Tips: Remaja Menghadapi Orang Tua

Posted by: HeLL-dA on: Oktober 31, 2008

Dari beberapa tulisan dari berbagai situs yang saya baca dikatakan ada tiga tipe orang tua dalam mendidik anak, yakni otoriter, permisif dan demokratis. Kalau di-survey, mungkin kebanyakan anak/remaja akan memilih orang tua yang permisif dan jika anak tersebut berbaik hati sedikit – maka dia akan memilih orang tua yang demokratis.

Namun pada kenyataan, tak banyak remaja yang merasa tidak puas dengan orang tua mereka – terutama bagi mereka yang memiliki orang tua yang otoriter! So, bagaimana remaja bisa menghadapi orang tua?

Orang tua yang otoriter tentunya akan sangat menjengkelkan, bukan? Bukan lagi bukan, tentu itulah jawabannya (Istilah apa sih itu? :roll: ). Makanya tidak jarang, di usia tertentu seorang remaja yang tiba-tiba membangkang! Orang tua akan sangat panik dan kalimat berikut mungkin akan terucap, “Padahal saya sudah benar-benar mendidiknya!”

Ok, saya tidak akan menyalahkan atau membahas bagaimana seharusnya orang tua bertindak. Bertolak dari itu, saya sebagai seorang remaja ingin sekali memulai untuk mengerti orang tua dan menghadapi mereka. Yeah, fight!

Jika orang tua cenderung otoriter (sayangnya orang tua saya dulu tidak begitu :D ), satu tips yang saya berikan dan saya sudah terapkan adalah “mengiyakan” saja. Mengiyakan tetapi harus dengan hati yang tulus ya…

Mungkin orang tua mengomel karena menurutnya pekerjaan tidak dilakukan dengan baik, padahal remaja itu merasa bahwa dia telah melakukannya dengan sebaik mungkin. Apa tindakan yang seharsunya dilakukan oleh remaja tersebut? Apakah dia akan melawan dan berdalih? Jawaban yang saya dapat dari sebuah buku adalah tidak! Sebaliknya, akui saja… Katakan, “Saya kira sudah beres, Ma. Ya sudah, saya kerjakan ulang ya…”

Susah memang kalau harus mengakui bahwa kita yang salah. Akan tetapi, demi persatuan dan kesatuan :mrgreen: , tak apalah! Toh, pasti suatu saat orang tua tersebut akan menyadari betapa berharganya anaknya itu. [Memang ada anak yang tidak berharga? Tentu tidak, namun di situasi ini, anak tersebut benar-benar membanggakan orang tuanya. :wink: ]

Silahkan mencobanya bagi para remaja yang terjebak di situasi ini. Sebenarnya saya juga sudah mencobanya trik ini kepada orang tua saya yang baru. Tinggal sedikit langkah lagi agar mereka benar-benar bangga pada saya. (Cuih, narsisnya diriku… :oops: ).

Bagaimana dengan mereka yang punya orang tua yang permisif - orang tua yang membiarkan anaknya berkembang dengan sendirinya tanpa memberikan rambu-rambu melainkan hanya rambu-rambu lingkungan saja? Mungkin remaja itu akan merasa dia tidak diperhatikan. Ya uwes lah, ambil sisi positifnya! Bukankah remaja tersebut bisa memanfaatkan situasi ini untuk bisa mandiri. Dan, teteup… Membanggakan orang tua adalah kuncinya.

Selanjutnya, tipe yang ketiga yaitu orang tua yang demokratis – mereka mendengarkan aspirasi anak. Hmm… Ini adalah tipe orang tua idaman setiap anak. Orang tua tipe ini tetap memberikan peraturan tetapi juga masih mau mendengarkan anak-anaknya. Yeah, tak perlu saya berkomentar panjang lagi. Kalau si anak memang ‘berhati mulia’, Anda tahu sendiri jawabannya.

Saya memang tidak ingin mengunggulkan salah satu tipe dari tiga tipe orang tua di atas. Dari sebuah situs yang saya baca, dikatakan adalah tipe orang tua yang paling baik adalah tipe yang selanjutnya – yakni tipe gabungan dari ketiga tipe di atas.

O.K, kita kembali lagi pada peranan remaja. Jadi, intinya, mengapa tidak seorang remaja yang harus lebih dulu mengalah dan mengerti orang tuanya? :wink:

>>>Semoga artikel ini bermanfaat, khususnya bagi remaja dan sesungguhnya lebih khususnya lagi bagi orang tua – bahwa ada kok beberapa remaja yang mau mengerti orang tuanya. Oya, setiap tipe orang tua punya kelebihan dan kelemahan masing-masing, sekarang persoalannya adalah bagaimana para remaja bisa menghadapinya.

—————————————-

Simak juga artikel berikut ini:


17 Tanggapan ke "Tips: Remaja Menghadapi Orang Tua"

wew…. ternyata jd ortu itu sulit…..
klo semua remaja tau, maka dia pasti mengerti :)

Oya, hampir lupa bilang kayak yg Kang Afwan katakan, jadi orang tua itu sulit lho, seperti memakan buah simalamkama istilahnya…

belajarlah menjadi (=mamahami) orang tua…
walau hari penantian itu mash jauh… :)

pelajaran bagus ni.. hmmm.. siap2 jadi orang tua ahh.. (masi lama dink.., qeqeqe..)

He.. he.. he.. ada yang masih pengen jadi anak2 terus? Orang tua itu justru nggak pernah bener lho. bertindak, salah. Diem, salah. Jadi yang bener gimana? Ya… kayak post diatas itulah.

yang penting, orang tua harus belajar menghargai anaknya…
:D

saya kira sama sajalah….kedua belah pihak harus memposisikan diri untuk siap berkomunikasi…jadi lebih enak untuk menyelesaikan sebuah masalah.
salam dari jauh.

wah triks menarik

biasanya mah artikelnya judulnya: tips orang tua menghadapi remaja… eh ini malah kebalik yak? wkwkwkkw

saya copas deh buat baca2 lagi kalau udah jadi ortu

suatu masukan yang baik, tapi intinya sebagai anak harus bersikap positif dan jangan pernah mengecewakan kedua orangtua.

setubuh! tp ga setubuh ma tips yg pertama. ga adil. ortu jg mesti pengertian donk. kalo si anak ‘dibiasain’ bilang iya mulu a.k.a mengalah, ntar gede malah jadi kebiasaan banget. pengalah alias pecundang. mestinya ada balance di antara ke 2 belah pihak. ^^

Halo Sore… Numpang lewat dulu… Saya mengundang Anda untuk mengikuti Review Kontes…. Maaf kalau komentar tidak sesuai dengan postingan…
Salam.

sempet-sempetnya ngebahas ini. dah mau jadi ortu ya mbak? hehehe…

btw, tipsnya cocok tuh. tapi sayang, saya dah bukan remaja lagi.hiks…

aku maish berada dalam posisi mngerti namun tak ada yang bisa mengerti aku….

so…. aku musti gimana….?? :)
ada ide..??

nice posting … salam kenal ya

maaf, tapi saya kurang setuju dengan langkah yang anda berikan. hampir semua yang anda katakan telah saya lakukan, namun tak satupun membuahkan hasil. sekali otoriter ya tetap otoriter. bapak saya memang perhatian kepada saya, tapi perhatiannya itu hanyalah sebatas pendidikan, keuangan dan nasehat2 yang disertai kata2 yang terus terang membuat saya sangat amat murka ketika mendengarnya. saya tidak bisa melakukan apa2 tentang itu, membicarakannya saja saya tidak sanggup, pasti saya akan kalah debat dengan dia. sebenarnya yang saya butuhkan adalah perhatiannya yang bila di gambarkan seperti seorang bapak yang bisa di ajak memancing bersama, punya waktu untuk membicarakan hal2 yang dia lakukan waktu masih muda, ya seperti sahabat saja.

tapi semua itu hanya mimpi belaka, karena dia akan terus menjadi dia yang mempunyai kata2 yang kasar dan menusuk di hati…

hmmmm….klo q punya ortu yg ga pnah bsa menghargai anak2-nya. Ortu yg slalu ngebandingin anak2-nya dgn orang yg lbih baik, tpi q ga ska itu. Aq mau ortu yg bsa nrima aq apa adanya, q udah cba ngebanggain mereka, tpi….q ga betah tinggal drumah…q pengen punya ortu yg isa jdi shabat aq, q dah gede, aq punya telinga yg stiap saat sa ngedengerin kata2 dya yg slalu ngebandingin aq dgn orang lain..rang lain isa menghargai aq, tpi mereka ga pernah isa menghargai anaknya !!! Please…tolong aq gmana cra menghadapi ortu yg kya gtu…!!!!

Tinggalkan Balasan

Logo Lomba Blog Remaja Kisara 2008

Dokumen

Stat (Agt'08)

  • 21,390 pengamat

Add to Technorati Favorites web stats PageRank Bloggerian
 Top Hits My BlogCatalog BlogRank 100 Blog Indonesia Terbaik

Click-click

Yuk.Ngeblog.web.id Blog Kisara

Recent Readers

View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile

RSS Curhat Online

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Twitter Update